Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata di Pulau Lombok

Usman Munir, Khudzaifah Dimyati, Absori Absori

Abstract


Lombok is one of the islands of West Nusa Tenggara province with enormous tourism potential, from nature, beaches and culture. So that if this is developed properly it will bring prosperity to the Lombok people in particular and NTB in general. Tourism development policies have not been widely felt to bring effects to welfare to the community. The purpose of this study is to provide an overview of policies and implementation of tourism development policies on tourism on the island of Lombok. Data was collected by observation and interviews. From these data, then analyzed descriptively qualitatively, the data formed becomes a description that describes a situation or event described. Based on the results of the analysis of tourism development policies in Lombok island, it is inseparable from the four tourism pillars contained in regional regulations, namely tourism, marketing, industry and institutional development. The implementation of the policy has not maximally affected the welfare of the people on the island of Lombok, and has even caused new problems in the lower classes.

Full Text:

PDF

References


Ahmad Nawawi, Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Pantai Depok di Desa Parangtritis, Jurnal Nasional Pariwisata (UGM), Volume 5, Nomor 2, Agustus 2013.

Bungaran Antonius Simanjuntak (at.al),2017, Sejarah Pariwisata, Menuju Perkembangan Pariwisata Indonesia, Buku Obor, Jakarta.

Data Sertifikasi Halal Provinsi Nusa Tenggara Barat,LPPOM MUI NTB, disampaikan dalam Kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI

Destinasi Pariwisata Prioritas Mandalika Dan Sekitarnya, dalam: Laporan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas 2016-2019, disampaikan oleh: Dadang Rizki Ratman, SH. MPA. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Disampaikan pada: Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata “Äkselerasi Pembangunan Kepariwisataan Dalam Rangka Pencapaian Target 12 Juta Wisman dan 260 Juta Wisnus 2016”, Jakarta, 27 Januari 2016

Edi Suharto, 2008, Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik, Alfabeta, Bandung.

Elviandri, et.al, The Formulation of welfare state: the perspective of Maqasid , al-Shari’ah,Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies.

Hessel Nogi S. Tangkilisan,2002, Evaluasi Kebijakan Publik, Penjelasan, Analisis &Transformasi Pikiran Nagel, Balaiirung & Co, Yogyakarta.

I Gede Pitana & Putu G Gayatri, 2005, Sosiologi Pariwisata, Yogyakarta, Andi.

I Gde Pitana & Ketut Surya Diarta, 2009, Pengantar Ilmu Pariwisata, Yogyakarta, Andi.

Isharyanto, 2016, Hukum Kebijakan Ekonomi Publik, Thafa Media, Yogyakarta.

Iwan Nugroho, Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2011.

Junianton Damanik, 2013, Pariwisata Indonesia antara peluang dan Tantangan, Pustaka Pelajar, Jogyakarta.

NTB implementasikan UU JPH, diakses http://www.Republika.co.id , 17 Februari 2017

Pitana dan Diarta, 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata, Yogyakarta: Andi.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Usaha Mandiri (P3UM), Survey Referensi Wisatwan Terhadapat Pengembangan Pariwisata, Mataram, Universitas Mataram, 2010

Regional Liputan6.Com,Bali-Nusra, Hans Bahanan, Dilema Kursi Beton di Senggigi Pilih Nelayan atau Wisatawan, 11 Januari 2018; 15.32 Wib.

Riparda NTB 2015-2019

Riparda, NTB 2013-2028

Samodra Wibawa, 2011, Politik Perumusan Kebijakan Publik, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Suara NTB, Kejahatan Terhadap Wisatwan Asing Naik Signifikan, 4 Januari 2017

Sukarno Wibisono, Pariwisata sebagai disiplin ilmu yang mandiri, Jurnal Ilmiah Pariwisata.

Soetandyo Wignjosoebroto, Hukum, Paradigma, Metode dan Dinamika Masalahnya, Elsam dan Huma, Jakarta, 2002.

Violetta Simatupang, 2016, Pengaturan Hukum Kepariwisataan Indonesia, Alumni Bandung.

William N Dunn, 2003, Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Gadjah Mada Universty.




DOI: https://doi.org/10.33319/yume.v4i2.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.